TENTANG HUJAN DAN KENANGAN

Kita pernah di suatu tempat, hanya kau dan aku

Di suatu Senja, mendung menggelayut

Jingga di ujung langit, selaksa memerah tertutup awan tebal

Gerimis membasahi wajah semesta

 

Dengan sigap kau raih tanganku,

Kita bergandengan, berlari kecil menerjang hujan yang menderas

Sesekali kau menatapku penuh mesra

Membuat jantungku mekar dalam kesejukan

 

Waktu itu, dunia seperti milik kita berdua

Bagaikan kisah romi dan juli

Cinta kita seakan-akan tak kan pernah berhenti

Mengalir deras setiap hari

 

Hingga akhirnya kau tancapkan belati

Seketika cinta kita berdarah-darah

Perih menyayat hati hingga kini

Walau rasa cinta ini masih terpatri



MOTIVANA

Goreslah penamu, carilah ide, gali imajinasi, rajin baca buku penulis2 terkenal, jangan lelah belajar, tulislah dan sajikan dengan ciri khasmu sendiri.
Jangan lelah menulis walau tidak ada yang membaca tulisanmu/karyamu
Karena tulisanmu bisa menjadi warisan ilmu mu.
(Ana Restuningtyas)


PELUK ERAT HIDAYAHMU

Ingin menjadi lebih baik dalam setiap waktunya

Ingin menjadi lebih taat dalam menjalani sisa usia

Mendekatkan diri beribadah kepadaNya


Setahun sudah berhijrah

Walau proses menuju hijrah tidaklah mudah

Ujian datang silih berganti

Keluarga, ekonomi, pertemanan

Sampai berada di titik terendah dalam kehidupan

 

Fa bi ayyi aalaa'i rabbikuma tukazziban

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Sudah begitu banyak nikmat yang Alloh berikan

Kenapa masih saja banyak keluhan..?

 

Hanya kepadaNya berserah dan berpasrah

Semoga cahaya hidayahMu selalu memancar dalam qalbu

Memohon istiqomah dalam beribadah




PAHLAWANKU INSPIRASIKU




Pahlawanku inspirasiku

Selongsong peluru siap menembus kulitmu sewaktu-waktu

Deru debu bertebangan lalu lalang tank-tank besar

Para pejuang dengan bambu runcing siap melawan

 

Pahlawanku inspirasiku

Kau pertaruhkan nyawamu

Darahmu berceceran berjuang demi negara

Bergejolak di dada dengan pekikan MERDEKA...!!!

 

Pahlawanku inspirasiku

Hari ini kami memperingati perjuanganmu dulu

Kucuran keringatmu, tumpahan darahmu

Sebagai cambuk semangat kami para penerusmu

 

Pahlawanku inspirasiku

Kini perjuanganmu ternodai

Air mata rakyat jelata menggenangi bumi pertiwi

Kemiskinan, ketidakadilan, kesenjangan sosial, diskriminasi

Dan korupsi masih membayangi negeri


10 NOVEMBER 2021








 

ALASANKU

Lentera hatiku masih kamu

Inginku rebahkan kepalaku di dadamu

Karena di dadamu tempat ternyaman melepas gundahku

Nafas terengah dalam balutan rindu

 

Ku untai aksaraku dalam keremangan senja

Meski raga terbentang jeda

Peluk erat aksara, ku untai dalam keremangan rasa

Ingin ku lumat rindu dengan hangatnya temu

 

Kamulah satu-satunya alasanku bertahan

Kamulah satu-satunya alasanku menunggu

Walau sebanyak apapun air mataku tumpah

Cintaku padamu semakin membuncah