Setia itu bukan dia yang selalu ada.
Tapi disaat dia tidak bersamamu dia tau hatinya milik siapa.
Orang yang mencintaimu itu bukan lah separuh dirimu yang lain, tapi dia adalah dirimu sepenuhnya ditempat yang lain.
Tuan…
Bagaimana aku bisa berpaling,
jika langkahku masih menelusuri jejakmu,
jika setiap bisik angin
masih menyebut namamu?
Pandanganku terpaku,
bukan sekadar pada rupa,
tapi pada makna yang kau tanamkan,
pada cahaya yang tak pernah redup,
pada hadirmu yang mengisi setiap ruang kosong.
Bukan sekadar tatapan,
tapi sebuah doa yang melangit,
mengharap takdir tak menghapus jejak,
agar aku tetap dalam orbitmu.
Dear Tuan
Saat Bersamamu aku merasa tidak pernah hampa
Saat Bersamamu aku selalu bahagia
Saat bersamamu aku merasa tenang
Kamu tahu
Aku hanya ingin bersamamu
Aku ingin kamu berlama lama mendampingiku
Sebab begitu banyak perasaan yang tak bisa ku utarakan kepadamu
Aku merindukanmu
Disaat kamu ikhlas pada luka,
bukan berarti kamu kalah,
tapi hati sedang belajar
memeluk takdir dengan pasrah.
Dalam sunyi yang kamu terima,
dalam air mata yang kau biarkan jatuh,
di sanalah Allah menyulam pelan-pelan
sebuah bahagia yang belum kamu tahu.
Karena saat dunia tampak diam,
Langit sebenarnya sedang sibuk mendoakan,
menggenggam harapanmu yang kamu kira hancur,
dan menyiapkan pelangi setelah hujan.