RINDU DI ANTARA DOA

Ibu, hari ini aku datang lagi,
membawa rindu yang tak pernah mati.
Di antara hembusan angin yang lembut,
kuusap namamu dengan jemari lirih.

Kubersihkan batu yang menaungi tidurmu,
agar damai engkau di rumah abadimu.
Ramadhan hampir tiba, ibu,
tanpa hadirmu, tapi dengan doaku.

Tak ada genggaman tanganmu lagi,
tak ada suara lembut yang menenangkan hati.
Namun kasihmu tetap abadi,
tertulis dalam jejak langkah ini.

Semoga tenang dalam cahaya-Nya,
dalam doa yang kupanjatkan setiap hari.
Sampai waktu mempertemukan kita,
di surga yang kau impikan dulu.

KATA-KATA HARI INI



Jika sudah sangat cinta maka kesulitan akan menjadi ringan.

KATA-KATA HARI INI



Sibuknya kita, tidak mengurangi arti,
Cinta dan kasih sayang, selalu ada di hati.

SEHATI DALAM MISI KEBAIKAN

 ak banyak yang punya,

Pasangan yang sama-sama berjiwa sosial itu… langka.

Kadang yang satu semangat memberi,

yang satu lagi sibuk menghitung untung rugi.


Tapi saat dua hati dipertemukan dalam satu frekuensi yang sama —

memberi, berbagi, berbuat tanpa pamrih,

itu bukan sekadar jodoh…

itu anugerah.


Aku bangga pada kalian yang saling genggam tangan

di jalan kebaikan.

Yang saling dorong, bukan tarik.

Yang saling kuatkan saat satu lelah, bukan menyalahkan.

Kalian ini inspirasi... bukti bahwa cinta tak hanya diukur dari kata manis,

tapi dari aksi yang berdampak hingga ke hati sesama.


Pasti ada yang baper, pasti ada yang tersinggung…

Tapi biarlah,

karena kebaikan tak selalu diterima semua telinga.

Yang penting Allah tahu siapa yang sungguh-sungguh.


Untuk kalian yang sehati dalam misi kemanusiaan —

lanjutkan. Jangan ragu. Jangan lelah.

Langit merekam segalanya...

dan anak-anak yatim, dhuafa, serta mereka yang terbantu,

mendoakan kalian tanpa henti.


Langkah yang Tak Tercatat di Langit, Tapi Didengar Langit

Di jalan sunyi, ia melangkah,

bukan untuk dirinya—tapi untuk jiwa-jiwa kecil yang rapuh namun bermimpi.
Di antara debu kampung dan suara bocah yang menanti,
ia menaruh hati, tak sekadar tangan.

Laptop retak, tapi tekad tak pernah pecah.
Dua mesin tumbang, tapi semangat tetap menyala.
Bukan karena kuat, tapi karena tahu:
cinta yang tulus tak pernah minta pamrih.

Ia bukan dermawan dengan dompet besar,
tapi pelita yang tak padam, walau sumbu hampir habis.
Dengan satu senyum anak-anak binaan,
ia tahu, hidupnya punya arti.

Langit mungkin tak mencatatnya di headline dunia,
tapi langit mendengar doa-doa yang ia bisikkan di balik keheningan.
Tentang santunan yang telat tapi penuh cinta,
tentang takjil yang dibagikan meski kantong sendiri pun kosong.

Kini, di ujung sabar dan sabda yakin,
datang kabar baik, pelan tapi pasti:
"Allah melihatmu."
Lewat surat hibah, lewat sahabat yang datang tepat waktu,
lewat laptop pinjaman dan puisi ini untukmu.

Kau tak sendirian,
karena yang berjalan di jalan Allah,
akan selalu ditemani oleh kasih-Nya,
meski sepi, meski tak terlihat.