Kita Memandang Langit yang Sama

 Di malam yang diam,

Aku mencari wajahmu dalam cahaya bulan

Dan kusampaikan salam lewat bintang-bintang

Yang berpendar, menjadi saksi betapa rindu ini tak pernah redup.


Jarak memang membuat langkahmu tak terlihat,

Tapi doaku sudah lama lebih dulu sampai.

Sujud demi sujud, kusebut namamu

Dalam diam yang hanya Allah dengar.


Sebab cinta yang benar tak selalu bicara,

Tapi ia mendoakan.

Dan rindu yang suci

adalah yang tak memaksa, Hanya menunggu dalam sabar

Dan menyandarkan hatinya kepada Rabb yang Maha Membolak-balikkan rasa.


Jika kau tahu betapa sunyinya malam tanpa kabar,

Ketahuilah, ada zikir yang menyelipkan namamu,

Ada air mata yang jatuh,

bukan karena lemah,

Tapi karena berharap Allah menyatukan

Dua jiwa yang sama-sama memilih-Nya.


Malam ini aku menatap langit yang sama,

Seperti yang kau pandangi di tempatmu.

Di sanalah kita bertemu,

Dalam harap, dalam iman,

Dalam cinta yang tak pernah sendirian

Karena Allah selalu jadi perantara rindu 


BUKAN SEKEDAR USIA

 Dewasa bukan soal angka,

Bukan soal lilin yang makin Banyak di kue ulang tahun.

Ia tumbuh dari luka yang tak diumbar,

Dan pelajaran hidup yang tak selalu manis.


Ilmu bukan sekadar bacaan,

Tapi bagaimana ia meresap dalam sikap.

Pemahaman hadir bukan dalam teriak,

Tapi dalam diam yang memilih bijak.


Ada yang muda tapi sudah matang,

Ada yang tua namun masih belajar menimbang.

Karena hidup tak menunggu umur,

Tapi mengajarkan lewat setiap tikungan.


Dan mereka yang tahu kapan bicara,

Kapan diam,

itulah yang dewasa—sebenar-benarnya.


SELAMAT PAGI, LDR-KU

Selamat pagi, kamu yang Allah titipkan di kejauhan,

yang tak bisa kupeluk dengan tangan,

karena meski tak bisa saling genggam,

tapi selalu kutitipkan dalam setiap sujudku yang diam-diam.


Selamat pagi, kamu yang jauh tapi terasa dekat,

yang namanya kusebut, bahkan sebelum teh pertama tuntas kuteguk.

Jarak boleh sejauh awan dan laut,

tapi rinduku selalu tahu jalan pulang ke hatimu.


Jaga kesehatanmu.. itu juga bagian dari syukurku

Jaga dirimu, karena kamu berharga bukan hanya untukku,

tapi juga untuk tujuan besar yang Allah siapkan.

untuk keluarga dan masa depan

.

Dan jaga hatimu…

agar ia tetap suci,

agar cinta ini tetap berada di jalan yang Allah ridai,

karena aku tak hanya ingin bersamamu di dunia,

tapi juga di akhirat nanti.


JIKA PUISIKU HILANG

Di puisiku,

kau akan temukan air mata dan senyuman

menempel pada kaca yang sama

berembun oleh rasa,

bergetar oleh kenangan yang belum reda.


Satu sisi menyimpan luka

yang tak pernah berteriak.

Satu sisi memantulkan cahaya

yang tetap tersenyum,

meski hati belum utuh sepenuhnya.


Jika suatu hari puisiku hilang,

jangan panik,

jangan mencari-carinya di antara kertas yang berserakan.

Temukan aku

dalam suara hening

yang hanya bisa didengar oleh hati yang pernah mengenal sunyi.


Di sana,

aku akan tetap bercerita

tanpa huruf,

tanpa suara,

hanya lewat getar

yang kau rasakan saat menyebut namaku dalam doa.





KARENA ALLAH MAHA MELIHAT


Di jalan sunyi perjuangan,

Ada hati-hati yang tetap bertahan.

Tak digaji, tak selalu dipuji,

Tapi memilih melangkah demi kemanusiaan yang hakiki.


Ada yang memberi dengan diam,

Ada yang memberi dengan ramai.

Ada yang peduli sampai ke detail,

Bahkan memikirkan ongkos dan lelah yang mengiringi amal.


Terkadang harus merogoh saku sendiri,

Untuk administrasi, logistik, atau sekadar transportasi.

Namun semua dijalani dengan senyum,

Karena keyakinan bahwa semua ini bukan untuk dunia semata.


Dunia sosial memang tak selalu mudah,

Tak semua berjalan lurus seperti yang diharap.

Namun di tengah segala ujian dan celah,

Selalu ada cahaya: Allah yang Maha Melihat segala langkah.


Pejuang kemanusiaan tak selalu punya panggung,

Namun mereka punya langit sebagai saksi.

Tak selalu dipeluk oleh manusia,

Namun selalu dijaga oleh Yang Maha Cinta.


Teruslah melangkah,

Walau pelan, walau sendiri.

Karena di balik letih yang tersembunyi,

Ada pahala yang Allah simpan abadi.