TAK PERNAH KITA TAHU


Tak pernah kita tahu,

kapan napas ini jadi yang terakhir,

di jalanan sepi, di rumah sendiri,

atau di tengah riuh dunia yang tak peduli.


Tak pernah kita tahu,

sedang apa kita saat waktu menjemput,

tersenyumkah, menangiskah,

atau justru lupa bahwa hidup hanya titipan sesaat.


Tak pernah kita tahu,

bagaimana caranya kita berpulang,

apakah ringan langkah menuju surga,

atau berat karena dunia yang kita genggam terlalu erat.


Maka jangan tunda kebaikan,

karena ajal tak pernah berjanji akan datang saat kita siap.

Setiap hari adalah kesempatan,

untuk memperbaiki diri dan menabur amal dalam sunyi.


Hari ini mungkin kita yang menangis,

esok bisa jadi kita yang dibacakan doa,

semoga saat waktu itu tiba,

kita pulang dalam husnul khatimah…

dipanggil Allah dalam keadaan terbaik,

di waktu terbaik,

dengan bekal yang cukup.

PERSAHABATAN

 Di antara tawa dan air mata,  

kita melangkah tanpa ragu,  

saling menggenggam dalam cerita,  

menjalin kenangan yang tak kan layu.  


Kau dan aku, bukan sekadar nama,  

tapi hati yang saling memahami,  

tak perlu banyak kata,  

cukup hadir dan tetap menemani.  


Saat dunia terasa berat,  

ada bahu tempat bersandar,  

saat langkah terasa penat,  

ada tangan yang tetap mengajar.  


Persahabatan bukan sekadar kebersamaan,  

tapi kepercayaan yang tak tergoyah,  

menjadi rumah saat tersesat,  

menjadi cahaya di setiap arah.


JANGAN LELAH, POKOKNYA

Jangan lelah, pokoknya, walau langkahmu pelan,

Langit tetap biru, meski tertutup awan.

Hari ini berat? Besok bisa terang,

Asal hati bertahan, semangat pun menjulang.


Jangan lelah, pokoknya, meski dunia sepi,

Ada doa yang lirih, menembus langit tinggi.

Peluh dan air mata, bukan tanda kalah,

Tapi bukti kuatmu, tak mudah menyerah.


Kalau jatuh, rehatlah, jangan menghilang,

Karena cahaya harapan, selalu datang terang.

Mimpi tak pernah menertawakan yang lambat,

Yang penting terus jalan, meski perlahan amat.


Jangan lelah, pokoknya, ini belum selesai,

Masih banyak senyum yang bisa kau bagi nanti.

Tuhan tak tidur, Dia tahu usahamu,

Peluk dirimu, dan bilang: "Aku mampu!


SAYAP TAK TERLIHAT

Manusia tak bersayap,

tapi percaya bisa terbang.

Bukan karena angin,

bukan karena awan yang memanggil dari kejauhan.


Namun karena seseorang di sisinya,

yang tak memberinya janji,

tapi memberi harapan.

Yang tak mengangkat tubuhnya,

tapi menguatkan jiwanya.


Dengan tatap yang menenangkan,

dengan kata yang menyala lembut,

dengan hadir yang tak selalu dekat,

tapi selalu terasa hangat.


Manusia pun terbang—

bukan di langit biru,

tapi di dalam semesta hati yang baru.

Karena kadang,

sayap itu bukan milik punggung…

melainkan milik rasa yang tumbuh diam-diam


DOA YANG MENGETUK LANGIT

Adakalanya, saat lelapmu dalam diam,

puluhan doa melesat menembus malam.

Mengetuk pintu langit yang tak pernah tertutup,

dari hati-hati yang dulu sempat kau peluk.


Dari fakir yang kau bantu tanpa pamrih,

saat lapar melilit dan dunia terasa perih.

Dari jiwa gelisah yang kau hibur lembut,

meski hanya dengan senyum atau sekadar sambut.


Tak kau sadari, sedekahmu jadi cahaya,

menghapus duka, menumbuhkan asa.

Karena tangan yang memberi, takkan pernah rugi,

bahkan saat dunia menolak memberi arti.


Maka bersemangatlah, wahai hati yang ragu,

karena kebaikanmu tak pernah bisu.

Jangan tunggu kaya, jangan tunggu cukup,

karena rezeki mengalir justru saat kita melepas erat menggenggam hidup