SAMBUTAN & DOA UNTUK TIM CAA

"Allahumma yassir walaa tu’assir"

Ya Allah, mudahkanlah, jangan Engkau persulit..."


Dalam langkah penuh berkah kalian datang,

Membawa cahaya harapan di tengah keterbatasan,

Tak sekadar kamera atau konten jalan,

Namun hati yang peduli, yang tak semua orang bisa tunjukkan.


Adik kecil kami, Ririn namanya,

Sejak dini menapaki hidup tanpa pelukan ibu 

Tanpa teduhnya naungan seorang ayah,

Namun Allah tak pernah pergi…

Ia kirimkan kalian 

Sebagai perpanjangan tangan kasih-Nya.


Hari ini bukan sekadar survey,

Ini adalah momen dituliskannya cerita baru,

Tentang rumah yang mungkin akan dibangun,

Tentang hidup yang semoga kembali punya ruang untuk tumbuh dan berlindung.


Kami berdoa…

Semoga langkah kalian ringan dan diberkahi,

Dipenuhi kemudahan dari awal hingga akhir,

Dilindungi dari segala hal yang memberatkan hati dan pikiran.

Diberi balasan terbaik oleh Allah, dunia dan akhirat,

Dan semoga setiap konten yang dihasilkan,

Menjadi jalan dakwah dan jembatan rezeki yang tak terputuskan.


Aamiin Ya Mujibassailiin.

Terima kasih telah peduli.

Selamat datang, pejuang kebaikan sejati 


Ana

24052025


DALAM DIAM YANG MENGUATKAN

Tak selalu suara yang lantang

yang paling menggetarkan

kadang ada hati,

yang memberi tanpa banyak tanya

menyapa tanpa perlu hadirkan nama


Langkahku mungkin goyah

tapi ada jejak yang diam-diam menopang

tak banyak kata,

tapi hangatnya terasa

seperti pelukan,

yang datang tanpa disadari

namun menyelamatkan


Terima kasih,

untuk diam yang tak pernah pamrih

untuk hadir, meski tanpa sorot cahaya

Kau tahu caranya jadi cahaya

tanpa membuat mata silau


Semoga kebaikanmu

menemukan jalan pulang

ke hatimu sendiri

dalam bentuk yang lebih indah

dari apa pun yang pernah kau beri


Bisikan Langit

Dalam sunyi itu,

ketika dunia menepi dan waktu seakan membeku,

ada bisikan lirih menyusup ke ruang hati—

bukan dari bumi, tapi dari langit yang abadi.


"Aku di sini..."

suara itu tak lantang, tapi dalam,

mengalir lembut seperti angin malam

yang menyentuh luka tanpa mengusik perihnya.

Aku tidak pernah pergi.

seolah menjahit retak di dada,

menghapus tanya-tanya yang lama mengendap,

tentang kehadiran yang tak terlihat,

namun nyata dalam setiap detak.


Malam pun menjadi saksi,

sholawat mengalun menembus langit tinggi,

dan jiwa yang sempat letih kini mengerti—

bahwa cinta-Nya tak pernah henti.


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat."

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.

(QS. Al-Baqarah: 186)


Hujan Pagi, Semangat Lagi

Turun perlahan dari langit tinggi,

hujan menyapa bumi dengan kasih yang sunyi.

Tak sekadar basahi daun dan tanah,

tapi juga hati yang kadang lelah.


Pagi ini bukan tanda redupnya hari,

melainkan berkah yang jatuh tanpa henti.

Langit mungkin mendung,

tapi semangat tak boleh ikut murung.


Mari bergerak dengan hati yang hangat,

walau hujan deras, semangat tetap kuat.

Sebab seperti hujan yang terus turun,

kita pun tak boleh berhenti melangkah meski perlahan dan sunyi


RINDU YANG TAK BISA DIAM

(Kutulis untuk anak2 LKSA Peduli Sahabat Batang)


Hari-hari berlalu dalam kesibukan,

tapi di sela itu, ada rindu yang diam-diam tumbuh dalam diam.

Rindu senyum-senyum polos penuh harapan,

rindu tawa kecil yang tulus, tanpa beban.


Mereka bukan sekadar anak binaan,

mereka bagian dari doa yang kusebutkan setiap malam.

Setiap nama, setiap wajah,

tersimpan rapi di ruang hati yang tak pernah lelah.


Andai bisa kugenggam waktu,

ingin sekali datang dan memeluk satu-satu.

Bercerita, mendengar, dan menyeka duka,

walau hanya dengan tatapan hangat seadanya.


Ya Robb.. sampaikan rinduku lewat angin,

biar mereka tahu:

di manapun aku berada…

mereka tak pernah jauh dari doa.